Minggu, 04 Desember 2022

BUMI DAN ANTARIKSA-IPAS

BUMI
Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya. Bumi juga merupakan planet terbesar dari empat planet kebumian di Tata Surya. Bumi terkadang disebut dengan dunia atau Planet Biru. 

Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu, dan kehidupan sudah muncul di permukaannya paling tidak sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu. Biosfer Bumi kemudian secara perlahan mengubah atmosfer dan kondisi fisik dasar lainnya, yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan organisme serta pembentukan lapisan ozon, yang bersama medan magnet Bumi menghalangi radiasi surya berbahaya dan mengizinkan makhluk hidup mikroskopis untuk berkembang biak dengan aman di daratan. Sifat fisik, sejarah geologi, dan orbit Bumi memungkinkan kehidupan untuk bisa terus bertahan. 

Litosfer Bumi terbagi menjadi beberapa segmen kaku, atau lempeng tektonik, yang mengalami pergerakan di seluruh permukaan Bumi selama jutaan tahun. Lebih dari 70% permukaan Bumi ditutupi oleh air, dan sisanya terdiri dari benua dan pulau-pulau yang memiliki banyak danau dan sumber air lainnya yang bersumbangsih terhadap pembentukan hidrosfer. Kutub Bumi sebagian besarnya tertutup es; es padat di Antarktika dan es laut di paket es kutub. Interior Bumi masih tetap aktif, dengan inti dalam terdiri dari besi padat, sedangkan inti luar berupa fluida yang menciptakan medan magnet, dan lapisan tebal yang relatif padat di bagian mantel. 

Bumi berinteraksi secara gravitasi dengan objek lainnya di luar angkasa, terutama Matahari dan Bulan. Ketika mengelilingi Matahari dalam satu orbit, Bumi berputar pada sumbunya sebanyak 366,26 kali, yang menciptakan 365,26 hari matahari atau satu tahun sideris. Perputaran Bumi pada sumbunya miring 23,4° dari serenjang bidang orbit, yang menyebabkan perbedaan musim di permukaan Bumi dengan periode satu tahun tropis (365,24 hari matahari).[26] Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, yang mulai mengorbit Bumi sekitar 4,53 miliar tahun yang lalu. Interaksi gravitasi antara Bulan dengan Bumi merangsang terjadinya pasang laut, menstabilkan kemiringan sumbu, dan secara bertahap memperlambat rotasi Bumi. 

Bumi adalah tempat tinggal bagi jutaan makhluk hidup, termasuk manusia. Sumber daya mineral Bumi dan produk-produk biosfer lainnya bersumbangsih terhadap penyediaan sumber daya untuk mendukung populasi manusia global.[28] Wilayah Bumi yang dihuni manusia dikelompokkan menjadi 200 negara berdaulat, yang saling berinteraksi satu sama lain melalui diplomasi, pelancongan, perdagangan, dan aksi militer.

Lapisan- Lapisan Bumi 


Menurut para ilmuwan, bumi sudah terbentuk 4,54 miliar tahun yang lalu. Struktur lapisan bumi terdiri dari berbagai jenis batuan. Sementara itu, lapisan bumi dapat dibagi menjadi 3 yaitu kerak bumi, mantel bumi dan inti bumi. Berikut adalah penjelasan masing- masing lapisan bumi.

• Kerak bumi

Lapisan bumi yang paling luar disebut dengan kerak bumi (crush). Lapisan ini dikelompokkan menjadi 2 yaitu kerak benua dan kerak samudera. Ketebalan dari kerak benua berkisar antara 20 hingga 70 kilometer. Sedangkan ketebalan kerak samudera berkisar antara 5 sampai 10 kilometer.  Pada lapisan kerak bumi terdapat relief permukaan bumi yang terbentuk dari adanya tenaga endogen dan eksogen. 

Semakin dalam kerak bumi maka suhunya akan semakin tinggi (panas). Suhu kerak bumi yang paling dalam bisa mencapai 200 sampai 1000 derajat celcius.  Kerak benua mempunyai susunan dominan berupa batuan granit. Sedang pada kerak samudera sebagian besar tersusun atas batu basal. Komposisi kimia kerak bumi meliputi : 

• Silika sebesar 60,2 persen 

• Alumina sebesar 15,2 persen 

• Kapur sebesar 5,5 persen 

• Magnesium oksida sebesar 3,1 persen 

• Sodium oksida sebesar 3 persen 

• Kalium oksida sebesar 2,8 persen 

Senyawa lain yang menyusun bumi yaitu air, karbon dioksida, titanium dioksida dan fosfor pentaoksida. Senyawa- senyawa tersebut hanya berjumlah kurang dari 2 persen dari seluruh komposisi senyawa yang menyusun bumi. 

• Selimut bumi 

Selimut atau selubung bumi lebih dikenal dengan sebutan mantel bumi. Letaknya berada di antara kerak bumi dan inti bumi. Ketebalan mantel bumi yakni 2.900 kilometer. Temperaturnya mencapai hingga 3000 derajat celcius. Sebagian besar mantel bumi tersusun dari jenis- jenis batuan yang terkandung silikon dan magnesium di dalamnyam sementara bagian yang lain tersusun dari silisium dan alumnium. Mantel bumi diklasifikasikan menjadi 3 kelompok yaitu : 

• Lapisan litosfer – Lapisan ini merupakan lapisan terluar mantel bumi dengan ketebalan hingga 80 kilometer. 

• Lapisan astenosfer – Lapisan ini terbentuk di bawah lapisan litosfer dengan ketebalan berikisar antara 100 hingga 400 kilometer. Lapisan astenosfer diprediksi sebagai tempat pembentukan magma (baca : Proses Terjadinya Magma). 

• Lapisan mesosfer – Lapisan terbawah dari mantel bumi adalah mesosfer. Ketebalannya berikisar antara 2.400 sampai 2.700 kilometer. 

• Inti bumi 

Inti bumi atau core merupakan lapisan bumi paling dasar. Ketebalan lapisan ini adalah 3.500 kilometer dengan lapisan inti luar setebal 2.000 kilometer. Suhu di lapisan inti luar adalah 2.200 derajat celcius. Sementara pada lapisan inti dalam temperaturnya semakin panas yakni mencapai 4.500 derajat celcius. Bagian inti bumi tersusun dari nikel dan besi. 

Selain ketiga lapisan tersebut, bumi juga dapat terbagi menjadi 4 lapisan yaitu lapisan atmosfer, lapisan litosfer, lapisan hidrosfer dan lapisan biosfer. Berikut penjelasan singkatnya.

• Atmosfer


Lapisan atmosfer terdiri atas nitrogen sebesar 21 persen, nitrogen sebanyak 78 persen dan sebagian kecil karbon dioksida, air serta jenis gas lainnya. Sebagian besar massa atmosfer berada di ketinggian 11 km. Pada lapisan atmosfer terbentuk iklim dan cuaca yang dipengaruhi oleh energi matahari dan berputarnya bumi. Energi matahari juga mempengaruhi  pergantian musim. 

Musim panas terjadi ketika kutub utara menghadap tepat ke arah matahari. Sementara terjadinya musim dingin adalah sebaliknya. Panjangnya siang hari di musim panas lebih lama, sedang pada musim dingin siang hari menjadi lebih pendek. Bahkan hampir tidak ada siang hari di daerah kutub ketika musim dingin

• Litosfer

Lapisan litosfer seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, mempunyai ketebalan 80 kilometer. Selain itu, lapisan ini mempunyai bentuk berupa lempeng yang terus bergerak karena adanya tenaga endogen (baca : Macam Macam Tenaga Endogen). Pergerakan lempeng tersebut akan mengakibatkan pergeseran benua.

• Hidrosfer 


Yang disebut lapisan hidrosfer adalah lapisan perairan yang ada di bumi. Seperti yang kita tahu bahwa dua per tiga permukaan bumi ditutupi oleh perairan. Perairan tersebut meliputi perairan laut dan perairan lain seperti sungai dan danau. Perairan terdalam di bumi berada di Samudera Pasifik yakni Palung Mariana dengan kedalaman lebih dari 10.000 meter di bawah permukaan laut. Laut juga mempunyai pengaruh terhadap iklim dan cuaca di bumi. Hal itu berarti lapisan hidrosfer dapat mempengaruhi kondisi lapisan atmosfer. 

• Biosfer 


Biosfer merupakan lapisan yang menjadi tempat tinggal makhluk hidup, yakni berupa kumpulan ekosistem yang berada di bumi. Lapisan biosfer mencakup semua kehidupan makhluk di bumi beserta interaksinya dengan sesama maupun dengan lingkungan tempat tinggalnya. 

Biosfer di bumi diperkirakan terbentuk di awal pembentukan planet ini, yakni sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu dan merupakan lapisan paling tipis dari semua lapisan bumi. Tingkatan organisasi dalam biosfer meliputi protoplasma, sel, jaringan, organ, sistem organ dan organisme. Tingkat organisasi tersebut merupakan tingkatan organisme yang paling kompleks di sistem tata surya.

ANTARIKSA 


Luar angkasa atau angkasa luar atau antariksa (juga disebut sebagai angkasa), merujuk pada bagian yang relatif kosong dari Jagad Raya, di luar atmosfer dari benda "celestial". Istilah luar angkasa digunakan untuk membedakannya dengan ruang udara dan lokasi "terestrial". 

Karena atmosfer Bumi tidak memiliki batas yang jelas, namun terdiri dari lapisan yang secara bertahap semakin menipis dengan naiknya ketinggian, tidak ada batasan yang jelas antara atmosfer dan angkasa. Ketinggian 100 kilometer atau 62 mil ditetapkan oleh Fédération Aéronautique Internationale merupakan definisi yang paling banyak diterima sebagai batasan antara atmosfer dan angkasa. 

Batasan Menuju Angkasa 


• 4,6 km (15.000 kaki) — FAA menetapkan dibutuhkannya bantuan oksigen untuk pilot pesawat dan penumpangnya. 

• 5,3 km (17.400 kaki) — Setengah atmosfer Bumi berada di bawah ketinggian ini 

• 16 km (52.500 kaki) — Kabin bertekanan atau pakaian bertekanan dibutuhkan 

• 18 km (59.000 kaki) — Batasan atas dari Troposfer 

• 20 km (65.600 kaki) — Air pada suhu ruangan akan mendidih tanpa sebuah wadah bertekanan (kepercayaan tradisional yang menyatakan bahwa cairan tubuh akan mulai mendidih pada titik ini adalah salah karena tubuh akan menciptakan tekanan yang cukup untuk mencegah pendidihan nyata) 

• 24 km (78.700 kaki) — Sistem tekanan pesawat biasa tidak lagi berfungsi 

• 32 km (105.000 kaki) — Turbojet tidak lagi berfungsi 

• 45 km (148.000 kaki) — Ramjet tidak lagi berfungsi 

• 50 km (164.000 kaki) — Stratosfer berakhir 

• 80 km (262.000 kaki) — Mesosfer berakhir 

• 100 km (328.000 kaki) — Permukaan aerodinamika tidak lagi berfungsi. 

Proses masuk-kembali dari orbit dimulai pada setiap 122 km (400.000 kaki).

Menjelaskan tentang batas antara atmosfer Bumi dan luar angkasa, Bossert mengatakan bahwa di setiap lapisan Bumi memiliki karakter perubahan suhu, komposisi kimia, kepadatan, serta pergerakan gas di dalamnya.

“Ketika Anda semakin jauh dari Bumi, atmosfer menjadi kurang padat. Komposisinya juga berubah, dan atom serta molekul yang lebih ringan mulai mendominasi, sementara molekul berat tetap lebih dekat ke permukaan Bumi," ujarnya.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), mengungkapkan bahwa seluruh lapisan atmosfer turut berperan dalam memastikan Bumi dapat menampung semua jenis kehidupan.

Lapisan tersebut juga melakukan segalanya mulai dari memblokir radiasi kosmik penyebab kanker, hingga menciptakan tekanan yang diperlukan untuk menghasilkan air.

Seiring dengan pergerakan manusia mendekati atmosfer, tekanan udara juga akan semakin menurun dengan signifikan.

Area tersebut ialah batas yang telah ditentukan para ilmuwan, sebagai tanda berakhirnya atmosfer Bumi sekaligus awal dari wilayah luar angkasa.

Titik yang menjadi batas antara Bumi dan luar angkasa ini dikenal sebagai garis karman, yang diambil dari nama fisikawan Amerika-Hungaria bernama Theodore von Kármán pada 1957.

Batas antara atmosfer Bumi dan luar angkasa dapat dirasakan, misal saat berada di dalam pesawat.

Kendati pesawat komersial memiliki kabin bertekanan, perubahan ketinggian yang cepat dapat memengaruhi saluran eustachius, yakni penghubung tipis bagi telinga dengan hidung dan tenggorokan.

“Inilah sebabnya mengapa telinga Anda mungkin (dapat) pecah saat lepas landas di pesawat terbang,” terang asisten profesor di University of California, Davis, Matthew Igel.

Berdasarkan laporan EarthSky, dia adalah orang pertama yang mencoba mendefinisikan batas antara Bumi dan luar angkasa.

“Garis karman adalah perkiraan wilayah yang menunjukkan ketinggian di mana satelit akan dapat mengorbit Bumi tanpa terbakar atau jatuh dari orbit sebelum mengelilingi Bumi setidaknya sekali,” ucap Bossert.

Garis karman biasanya digambarkan berada pada jarak 100 km di atas Bumi. Wilayah itu, lanjut dia, menandai batas Bumi dengan ruang angkasa serta menunjukkan batas-batas bagi pesawat terbang.

Tak hanya itu saja, garis karman juga membantu ilmuwan untuk membuat pesawat ruang angkasa maupun satelit dapat mengorbit Bumi dengan baik.

Ilmuwan berkata ada kemungkinan suatu objek dapat mengorbit Bumi, pada ketinggian di bawah garis Kármán. Namun, hal itu membutuhkan kecepatan orbit yang sangat tinggi, dan akan sulit dipertahankan karena gesekan yang terjadi.

“Garis karman adalah ambang batas imajiner antara perjalanan udara dan perjalanan luar angkasa,” jelas Bossert.

Pada dasarnya, garis yang membatasi antara Bumi dengan luar angkasa tidak dapat terlihat seperti tanda yang biasa Anda lihat saat berada di darat.

"Garis itu bukan (berbentuk) fisik, jadi orang tidak akan menyadarinya, juga tidak memiliki ketebalan apa pun. Pada prinsipnya, penerbangan masih memungkinkan sampai ke jalur karman," tutur Igel.

Sebaliknya, hal ini tidak berlaku pada hewan yang berada di ketinggian 20 km di atas permukaan Bumi, di mana tekanannya sangat rendah bahkan bisa membuat cairan di paru-paru mendidih.

Antariksa Tidak Sama Dengan Orbit 


Kesalahan pengertian umum tentang batasan ke angkasa adalah orbit terjadi dengan mencapai ketinggian ini. Orbit membutuhkan kecepatan orbit dan secara teoretis dapat terjadi pada ketinggian berapa saja. Gesekan atmosfer mencegah sebuah orbit yang terlalu rendah. 

Ketinggian minimal untuk orbit stabil dimulai sekitar 350 km (220 mil) di atas permukaan laut rata-rata, jadi untuk melakukan penerbangan antariksa orbital sungguhan, sebuah pesawat harus terbang lebih tinggi dan (yang lebih penting) lebih cepat dari yang dibutuhkan untuk penerbangan antariksa suborbital. 

Mencapai orbit membutuhkan kecepatan tinggi. Sebuah pesawat belum mencapai orbit sampai ia memutari Bumi begitu cepat sehingga gaya sentrifugal ke atas membatalkan gaya gravitasi ke bawah pesawat. Setelah mencapai di luar atmosfer, sebuah pesawat memasuki orbit harus berputar ke samping dan melanjutkan pendorongan roketnya untuk mencapai kecepatan yang dibutuhkan; untuk orbit Bumi rendah, kecepatannya sekitar 7,9 km/s (28.400 km/jam — 18.000 mill/jam). Oleh karena itu, mencapai ketinggian yang dibutuhkan merupakan langkah pertama untuk mencapai orbit. 

Energi yang dibutuhkan untuk mencapai kecepatan untuk orbit bumi rendah 32MJ/kg sekitar dua puluh kali energi yang dibutuhkan untuk mencapai ketinggian dasar 10 kJ/km/kg.



Selasa, 20 September 2022

PENJASORKES-POLO AIR

 

POLO AIR

 A.    Pengertian Polo Air

Polo air adalah olahraga air yang dilakukan secara berkelompok atau beregu. Dapat dikatakan bahwa polo air merupakan kolaborasi dari olahraga renang, gulat, sepak bola, maupun bola basket. Olahraga polo air dilakukan dengan cara bergerak di permukaan air dan bekerja sama dengan tim.

B.     B. Peraturan Polo Air

Peraturan pertandingan polo air ini sengaja di buat agar dapat mengorganisasi suatu pertandingan atau perlombaan. Peraturan merupakan hasil kesepakatan yang telah disepakati pada lingkup nasional bahkan internasional. Badan pengatur polo air termasuk FINA, organisasi yang mengurus internasional untuk aturan; NCAA, yang mengatur aturan permainan perguruan tinggi di AS; NFHS, yang mengatur SMA di AS; serta IOC yang mengatur di acara atau event olimpiade. Berikut ini merupakan peraturan dalam olahraga polo air;

  • 1.      Ukuran kolam polo air yaitu 3020 meter.
  • 2.      Ukuran dan tinggi gawang polo air yaitu diukur dari rata-rata air 90 centimeter.
  • 3.      Pemain tidak boleh mengoleskan minyak di atas kulitnya.
  • 4.      Permainan biasanya berlangsung selama 4 babak. Di setiap babaknya 8 menit bersih dan diberi istirahat antar babak yaitu 2 menit, untuk pergantian babak 3 ke 4 waktu istirahat 5 menit. Pergantian gawang dari regu dilakukan pada setiap pergantian babak.
  • 5.      Time out diberikan kepada setiap tim 1 kali disetiap babak
  • 6.   Jika pertandingan seri, maka babak perpanjangan waktu 28 menit, jika tetap hasil imbang maka diadakan babak adu penalti dengan kesempatan 5 kali setiap regu.
  • 7.      Bola dikatakan masuk jika seluruh bagian bola melewati garis gawang antara kedua tiang gawang dan mistar gawang.
  • 8.      Penjaga gawang harus memakai topi 1 dan 14. Nomor 2 sampai 13 digunakan untuk pemainnya. Biasanya warna belakang topi itu warna biru atau merah.
  • 9.      Jumlah wasit sebanyak 2 wasit dengan 2 hakim garis.
  • 10.  Pelatih boleh memberikan intruksi dengan berjalan maksimal 5 meter dari bangku Ketika timnya menyerang, dan memberikan instruksi dengan duduk ketika timnya dalam keadaan bertahan.

C. Jumlah Pemain Polo Air

Jumlah pemain polo air secara keseluruhan berjumlah 13 pemain yang terdiri dari;

  • ·         Pemain: 11 pemain.
  • ·         Penjaga gawang: 2 penjaga gawang.
  • ·         Pemain utama terdiri dari: 6 pemain dan 1 penjaga gawang.
  • ·         Pemain cadangan: 5 pemain dan 1 penjaga gawang.
  • ·         Pelatih: 1 pelatih.
  • ·         Asisten pelatih: 1 orang.
  • ·         Manager: 1 orang.

 

D. Posisi Pemain Polo Air dan Tugasnya

Posisi pemain polo air dan tugasnya hampir sama  dengan permainan sepak bola. Ada 7 pemain yang berada di dalam air.

  • ·         Penjaga gawang: 1 pemain.
  • ·         Penyerang tengah: 1 pemain.
  • ·         Bek tengah: 1 pemain.
  • ·         Pemain sayap: 2 pemain.
  • ·         Driver: 2 pemain.

Pemain utilitas adalah pemain yang ahli dalam semua posisi penyerangan atau pertahanan. Pemain ini biasanya keluar dari bangku cadangan, walaupun tidak mutlak. Tipe tubuh juga mempengaruhi posisi tertentu. Pemain yang sangat didambakan di sisi kanan yaitu pemain kidal, biasanya akan memungkinkan tim untuk melancarkan serangan dua sisi.

Pengaturan posisi yang paling terkenal itu 3-3 karena dua garis di depan gawang lawan. Bisa juga set offensive yaitu 4-2 atau ganda, dua pemain penyerang tengah di depan gawang. Double hole paling sering dipakai dalam situasi “man up” atau pada saat pertahanan hanya memiliki satu yang terampil, atau ketika digunakan untuk menarik pemain bertahan dan kemudian di berikan ke pemain perimeter.

E. Gambar Lapangan Polo Air

sumber;https://perpustakaan.id/polo-air/

F.    Ukuran Lapangan Polo Air

Ukuran lapangan polo air yang di lakukan di kolam air, secara resmi sudah ditetapkan yaitu;

  • ·         Panjang: 20-30 meter.
  • ·         Lebar: 10-20 meter.
  • ·         Goal line: warna putih.
  • ·         Garis 2 meter: warna merah.
  • ·         Garis 5 meter: warna kuning.
  • ·         Kedalaman kolam: minimum 1,8 meter.
  • ·         Titik penalti: 5 meter (garis warna kuning)

 

G.     Ukuran Gawang Polo Air

Gawang harus mampu mengapung secara terus menerus di atas air, karena jika tenggelam akan mempengaruhi ketinggiannya, berikut ukurannya;

  • ·         Lebar: 3 meter.
  • ·         Tinggi: 0,9 meter di atas permukaan air.
  • ·         Bahan: PCV vynil.

H.    Cara Bermain Polo Air

Cara bermain polo air bekerja dari setiap otot utama di tubuh kita. Mulai dari menendang kaki untuk tetap tegak saat adanya gelombang air, berikut cara bermain polo air;

1.      Permulaan

Sebelum permainan polo air dimulai biasanya para pemain berada di depan garis gawang dan ada jarak 1 meter dengan pemain lainnya. Sama seperti permainan sepak bola, gawang hanya boleh dijaga satu pemain saja. Lalu biasanya wasit akan meniup peluit dan melempar bola ke atas lapangan tanda bahwa permainan sudah dimulai.

2.      Gol

Kondisi dimana bola telah berhasil melewati tiang gawang dan mistar gawang.

3.      Lemparan Gawang

Keadaan ini merupakan kondisi kiper harus melempar bola ke arah rekan satu timnya. Lemparan ini dilakukan sama seperti permainan sepak bola yaitu tendangan gawang.

4.      Lemparan Penjuru

Lemparan yang gerakan melempar yang dilakukan oleh pemain lawan dari sudut area permainan itu. Lemparan penjuru hanya dilakukan ketika bola tersentuh atau terkena pemain belakang bertahan karena melewati garis gawang.

5.      Lemparan Bebas

Lemparan ini dilakukan saat dimana suatu tim dilanggar oleh tim lawan atau bisa karena ketika tim lawan melakukan kesalahan. Tim akan diberikan kesempatan untuk melakukan lemparan tanpa adanya halangan dari lawan. Lemparan bebas juga dilakukan ketika pemain mengoperkan bola kepada penjaga gawang sebelum pemain lainnya menyentuh bola tersebut.

6.      Lemparan Wasit

Lemparan ini sama seperti bola basket. Lemparan ini biasanya karena terjadi suatu insiden atau benturan antar pemain dan terjadi cedera. Bola yang dilemparkan wasit harus bagus, agar pemain dari kedua regu mempunyai kesempatan yang sama untuk mencapai bola. Lalu jika lemparan wasit jatuh di air dan menguntungkan salah satu regu, wajib untuk melakukan lemparan ulang.

7.      Bola Keluar

Bola sudah dianggap out lapangan jika telah melewati garis lapangan.

8.      Pelanggaran Biasa

Contohnya membuang waktu, melakukan lemparan penalti tidak sesuai, menunda saat lemparan bebas, menahan bola kebawah, memegang bola waktu yang lama, dan mendorong lawan lainnya.

9.      Pelanggaran Berat

Menendang lawan, menentang wasit, melakukan tindakan brutal, menenggelamkan lawan, dan mengganggu lawan ketika saat lemparan. 

10.  Pelanggaran Perorangan

Seorang pemain yang melakukan pelanggaran berat termasuk dalam pelanggaran perorangan juga. 

11.  Lemparan Penalti

Lemparan ketika pemain ada yang terkena pelanggaran berat.

12.  Waktu Tambahan

Ditambahkan jika adanya skor akhir yang sama, agar memiliki pemenang.

Teknik polo air ada dua macam, yaitu latihan teknik renang polo air dan Latihan Teknik dengan menggunakan bola. Teknik renang polo air ini dasarnya semua pemain harus wajib menguasai beberapa teknik dan gaya renang terlebih dahulu. Seperti gaya bebas, gaya samping, gaya dada, gaya punggung, loncat di air dan injak di air.

I.     Alat Yang Digunakan dalam Polo Air

Dalam permainan polo air terdapat beberapa perlengkapan yang perlu disiapkan, berikut alat yang digunakan dalam polo air;

1.      Seragam

Bisa disebut dengan baju renang dan topi mandi, lalu ada nomor individu yang membedakan tim, serta menggunakan pelindung telinga.

2.      Area Permainan

Biasanya dua gawang yang mengapung diatas air dengan lebar 3 meter dan tinggi 0,9 meter.

3.      Bola Polo Air dengan Tekanan 13 PSI

4.      Mouthguard

Tidak wajib ada di sebagian olahraga, tetapi disarankan. 

J.     Ukuran Bola Polo Air

Bola polo air dibuat dari bahan tahan air untuk memungkinkan bola tersebut mengapung di atas air. Biasanya bolanya memiliki tekstur agar digunakan untuk pegangan bagi pemain supaya tidak licin, berikut ukuran bola polo air;

  • ·         Size 5 keliling lingkaran bola 68-71 centimeter untuk laki laki.
  • ·         Size 4 keliling lingkaran bola 65-67 centimeter untuk perempuan.
  • ·         Berat nya 400-450 grams.
  • ·         Tekanan isi bola 13-14 psi untuk pria dan 12-13 psi untuk wanita.
  • ·         Ukuran junior tidak didefinisikan namun lebih kecil.
  • ·         Bahan nya adalah rubber.

 

 

 

 




 

 


BAHASA INDONESIA-TEKS LHO

 

Teks Laporan Hasil Observasi

 

A.    A. Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi adalah teks yang memuat penjabaran umum atau melaporkan melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi). Teks laporan hasil observasi menjadi narasi yang menggambarkan hasil dari observasi secara sistematis, factual, dan objektif. Oleh karena itu, teks laporan hasil observasi akan menguraikan hal-hal deskriptif mengenai sifat dan bentuk dari objek yang diobservasi. Isi teks laporan hasil observasi pada dasarnya berisi tentang berbagai informasi yang bermanfaat untuk bidang pengetahuan.

Kemudian, teks laporan hasil observasi ini memiliki objek yang sangat variatif dan dinamis. Misalnya, seperti objek manusia, benda, hewan, tumbuhan, dan juga peristiwa-peristiwa lainnya. Dimana teks laporan hasil observasi memiliki beberapa sifat, seperti informatif, deskriptif, dan objektif.

B.     B. Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi

  1. 1.      Disusun secara sistematis

Teks ini disusun secara berurutan sesuai dengan struktur teks laporan hasil observasi.

  1. 2.      Penjelasan dari sudut pandang keilmuwan

Teks laporan hasil observasi menyajikan data dari hasil pengamatan yang benar-benar ada atau sesuai fakta.

  1. 3.      Berisi pembahasan objek atau situasi tertentu

Teks laporan hasil observasi berisi informasi mengenai suatu objek atau situasi tertentu yang dibahas secara umum. Objeknya ini bisa beraneka ragam, misalnya makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuhan, atau hal lainnya, seperti ekosistem, sosial, dan budaya.

  1. 4.      Terdapat perincian bagian suatu objek

Perincian bagian atau objek yang ditulis dalam teks laporan hasil observasi ini berupa klasifikasi dan informasi ciri-ciri objek. Misalnya, kamu sedang mengamati pertumbuhan kacang hijau. Maka, ciri-ciri objeknya itu bisa berupa tumbuhan jenis polong-polongan yang hidup di wilayah tropis, batangnya berbulu, berwarna hijau dan kecoklatan.

  1. 5.      Teks disusun dengan bahasa baku dan jelas

Teks laporan hasil observasi harus ditulis menggunakan bahasa yang baku, dikarenakan teks laporan hasil observasi merupakan tulisan ilmiah. Jadi, pembaca bisa lebih mudah untuk memahaminya.

C.     C. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi 

1.      Pernyataan umum

Berisi definisi atau keterangan umum tentang subjek yang dilaporkan. Pernyataan umum berisi informasi umum (nama latin, asal usul, kelas, informasi tambahan tentang hal yang dilaporkan).

2.      Deskripsi bagian

Berisi perincian hal-hal yang dilaporkan. Kalau binatang, mencakup ciri fisik, habitat, makanan, dan perilaku. Kalau tumbuhan, berupa perincian fisik bunga, akar, buah, atau perincian bagian yang lain.

3.      Deskripsi manfaat

Berisi manfaat dari adanya laporan tersebut. Kalau yang dilaporkan berupa objek, deskripsi manfaat akan berisi klasifikasi objek dari berbagai segi manfaat dan sifat-sifat khusus objek.

Perkembangan Teknologi Smarthphone

Teknologi saat ini semakin hari semakin berkembang dengan cepat. Begitu juga dengan smartphone. Semua orang tidak asing lagi mendengar kata ...